Fenomena Gerhana Matahari

On Sabtu, 10 November 2012
Gerhana Matahari atau Solar Eclips adalah sebuah Fenomena alam yang terjadi ketika posisi bulan terletak di antara Bumi dan Matahari sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya Matahari. Walaupun Bulan lebih kecil, bayangan Bulan mampu melindungi cahaya Matahari sepenuhnya karena Bulan yang berjarak rata-rata jarak 384.400 kilometer dari Bumi lebih dekat dibandingkan Matahari yang mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 kilometer.
Gerhana Matahari dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu: gerhana Matahari total, gerhana Matahari sebagian, dan gerhana Matahari cincin.

Gerhana Matahari Total


Gerhana matahari dikatakan sebagai gerhana total apabila saat puncak gerhana, piringan Matahari ditutup sepenuhnya oleh piringan Bulan. Saat itu, piringan Bulan sama besar atau lebih besar dari piringan Matahari. Ukuran piringan Matahari dan piringan Bulan sendiri berubah-ubah tergantung pada masing-masing jarak Bumi-Bulan dan Bumi-Matahari.

Gerhana Matahari Sebagian


Gerhana sebagian terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Pada gerhana ini, selalu ada bagian dari piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan.

Gerhana Matahari Cincin.


Gerhana cincin terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Gerhana jenis ini terjadi bila ukuran piringan Bulan lebih kecil dari piringan Matahari. Sehingga ketika piringan Bulan berada di depan piringan Matahari, tidak seluruh piringan Matahari akan tertutup oleh piringan Bulan. Bagian piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan, berada di sekeliling piringan Bulan dan terlihat seperti cincin yang bercahaya. 


Jadwal Gerhana Matahari Total untuk 2012-2035
Jadwal berikut ini dapat membantu merencanakan perjalanan untuk mengamati peristiwa gerhana matahari total, termasuk lokasi dimana gerhana akan terlihat :

13 November 2012
– Australia dan Samudera Pasifik
3 November 2013 
– Samudra Atlantik dan Afrika Tengah
20 Maret 2015 
– Samudra Atlantik Utara, Laut Norwegia, Svalbard dan Kepulauan Faroe
9 Maret 2016 
– Indonesia, termasuk Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi, dan Samudra Pasifik Utara
21 Agustus 2017 
– Amerika Serikat dari Oregon ke South Carolina
2 Juli 2019 
– Samudra Pasifik Selatan, Chile dan Argentina
14 Desember 2020 
– Chili dan Argentina
4 Desember 2021 
– Antartika
20 April 2023 
– Indonesia
8 April 2024 
– Meksiko, Amerika Serikat dan Kanada
12 Agustus 2026 
– Greenland, Islandia dan Spanyol
2 Agustus 2027 
– Gibraltar, Afrika Utara dan Arab Saudi
22 Juli 2028 
– Samudra Hindia, Australia dan Selandia Baru
25 November 2030 
– Afrika Selatan, Samudera Hindia dan Australia
14 November 2031 
– Samudera Pasifik
30 Maret 2033 
– Alaska dan Samudra Arktik
20 Maret 2034 
– Afrika Tengah dan Timur Tengah
2 September 2035 
– China, Korea Utara, Jepang dan Samudera Pasifik

Saat Melihat Gerhana Matahari Total
Jangan pernah melihat Matahari dengan mata telanjang atau dengan perangkat seperti teropong, teleskop atau kamera.
Bahkan selama gerhana total, cahaya matahari dapat dengan mudah merusak mata manusia. 
Oleh karena itu, saat melihat gerhana matahari total, adalah penting untuk mengikuti teknik yang tepat bagi keselamatan mata, termasuk penggunaan proyektor lubang jarum, filter matahari atau kacamata khusus.
Retina dapat rusak walaupun kita hanya melihat dalam beberapa detik ke fotosfer matahari bagian cincin terang dari matahari). Jika retina rusak secara permanent maka kebutaan tidak dapat dihindarkan. 

Untuk dapat melihat gerhana matahari kita memerlukan pelindung mata seperti kacamata khusus atau dengan cara tidak melihat secara langsung.
Dan pada tanggal 14 November 2012, yang hanya tinggal beberapa hari lagi ini, Insya Allah akan terjadi Gerhana Matahari Total.
Gerhana Matahari
tahun 1999 di Perancis
Sumber gambar : Wikipedia
Sebuah gerhana Matahari dikatakan sebagai gerhana total apabila saat puncak gerhana, piringan Matahari ditutup sepenuhnya oleh piringan Bulan. Saat itu, piringan Bulan sama besar atau lebih besar dari piringan Matahari. Ukuran piringan Matahari dan piringan Bulan sendiri berubah-ubah tergantung pada masing-masing jarak Bumi-Bulan dan Bumi-Matahari.

Gerhana Matahari 14 November 2012 tergolong sebagai Gerhana Matahari Total yang menjadi gerhana Matahari ke–45 dalam seri Saros 133.
Sumber gambar : Eclipse Maps
Gerhana Matahari yang akan terjadi pada tanggal 14 November 2012 adalah gerhana Matahari kedua sekaligus menjadi gerhana Matahari yang terakhir dalam tahun 2012. Dimana sepanjang tahun 2012 tersebut hanya akan terjadi dua peristiwa gerhana Matahari.
Gerhana Matahari kali ini dapat disaksikan dikawasan di Amerika Selatan bagian Barat, Samudra Atlantik, Australia, Antartika, dan Papua Nugini.


Dari Indonesia, Gerhana Matahari 14 November 2012 ini dapat dilihat dari kawasan Indonesia bagian timur. 
Gambar dibawah menunjukkan peta keterlihatan gerhana matahari 14 November 2012. Daerah yang terkena garis hitam adalah daerah terbaik untuk melihat gerhana. Gerhana juga dapat dilihat dari daerah-daerah yang berbayang warna merah.
Dan dari gambar dibawah pula, kita dapat melihat bahwa memang hanya sebagian kecil saja daerah di kawasan Indonesia bagian timur saja yang dapat menyaksikan gerhana matahari ini. Itupun hanya berupa gerhana matahari sebagian.


Peta keterlihatan Gerhana Matahari 14 November 2012
Sumber gambar : Time and Date
Seperti yang telah disebutkan diatas, bahwa untuk kawasan Indonesia, peristiwa gerhana matahari kali ini akan terlihat berupa gerhana matahari sebagian dan hanya dapat disaksikan dari kawasan Indonesia bagian Timur, tepatnya yaitu Papua (Jayapura, Sorong), Maluku (Ambon), Nusa Tenggara Timur (Kupang).

Berikut tahapan dan waktu terjadinya gerhana matahari 14 November 2012.

(Untuk kawasan Indonesia bagian tengah (WITA), waktu berikut ditambah 1 jam dan untuk kawasan Indonesia bagian timur (WIT), waktu berikut ditambah 2 jam atau disesuaikan dengan waktu lokal)
 
  • Gerhana mulai :
    pukul 02:38.0 WIB
  • Gerhana Total mulai :
    pukul 03:36.1 WIB
  • Puncak Gerhana (bertepatan dengan Matahari terbit) :
    pukul 05:18.1 WIB
  • Gerhana Total  berakhir :
    06:47.4 WIB
  • Gerhana berakhir :
    07:45.6 WIB

Nah, itulah sekelumit tentang gerhana matahari total yang akan terjadi pada tanggal 14 November 2012 mendatang. Meskipun amat disayangkan, karena peristiwa ini tidak dapat sepenuhnya kita saksikan dari kawasan Indonesia, negara kita yang tercinta ini... tapi saya berharap semoga apa yang saya tulis ini dapat bermanfaat untuk siapapun yang membacanya.... See you...

Oh iya... kalau kamu bingung, apa itu Seri Saros yang ada pada caption gambar kedua diatas, aku jelasin yaa...

Seri Saros atau Siklus Saros adalah siklus gerhana (sekitar 6585,3213 hari, atau sekitar 18 tahun 11 1/3 hari), yang dapat digunakan untuk memprediksi gerhana matahari serta gerhana bulan. Satu siklus setelah gerhana, matahari, bumi, dan bulan kembali ke bidang geometri yang relatif sama, dan gerhana yang hampir identik akan terjadi.

Sumber :

0 komentar:

Poskan Komentar